Berlian merupakan benda idaman setiap manusia untuk dimiliki karena keindahan, kemahalan, dan karena populernya berlian itu sendiri. Tapi dari manakah asal berlian? apakah sahabat anehdidunia.com mengetahuinya? ok sekarang kita akan membahas sejarah asal mula berlian.
Berlian berasal dari bagian terdalam gunung berapi yang juga mengandung
atom dan karbon. Pada kenyataannya berlian merupakan kristal transparan
yang mengikat empat bagian karbon atom. Batu berlian terbawa kepermukaan
bumi melalui letusan volkanik. Menurut penelitian, naiknya berlian
kepermukaan bumi dikarenakan batu yang mencair. Berlian dikembangkan
dari bermil-mil bagian dalam permukaan bumi, pada kerendahan 150 km (90
mil), pada tekanan kira-kira 5 giga pascal dengan temperatur
sekitarnya 1200 derajat celcius (2200 derajat Fahrenheit). Berlian bisa
menjadi bentuk alami lain sesuai tingginya tekanan, secara relatif pada
saat temperatur rendah. Namun sangat disayangkan berlian tidak bisa
terbentuk dari bawah laut.
Berlian muncul kepermukaan bumi sudah sangat lama, berkisar dari 1-3,3 milyar tahun yang lalu. Berlian pertama kali dikenali dan ditambang di India.
Dahulu, ada referensi yang ditemukan pada sebuah text penganut Budha,
salah satu text Sansekerta ( Anguttara Nikaya ) yang kemudian
disempunakan sekitar 296 BCE yang lalu. Text tersebut menceritakan juga
mengenai ciri utama berlian yang kilaunya memancar. Pada saat itu
berlian berasosiasi dengan membawa nama keTuhanan (Dewa), sebagai
lambang dekorasi religius. Berlian dipercaya dapat membawa keberuntungan
bagi siapapun yang memilikinya. Di India, pemiliknya dibatasi dengan
kasta berdasarkan warna. Hanya Raja saja yang diizinkan memiliki semua
warna berlian.
Seiring perkembangan zaman akhirnya berlian dapat diperdagangkan di daerah Timur dan Barat India dan dapat digunakan di berbagai kebudayaan untuk gemologi atau industri.
Di bulan Febuari 2005, Tim Amerika (US) dan Cina memberikan laporan Arkeolog mengenai penemuan dari empat kekayaan almunium yang berasal dari kuburan batu yang pada saat itu menjadi adat kebudayaan Cina. Pada 4000 BCE-2500 BCE, para ilmuwan menemukan kampak bercahaya yang dipercaya dapat disemir dengan bubuk berlian sehingga tampak jauh lebih menarik.Di Cina, berlian biasa digunakan untuk pelengkap berlian lain, salah satunya adalah sebagai pengukur atau pelengkap ‘Jade’ (permata hijau lumut).
Seiring perkembangan zaman akhirnya berlian dapat diperdagangkan di daerah Timur dan Barat India dan dapat digunakan di berbagai kebudayaan untuk gemologi atau industri.
Di bulan Febuari 2005, Tim Amerika (US) dan Cina memberikan laporan Arkeolog mengenai penemuan dari empat kekayaan almunium yang berasal dari kuburan batu yang pada saat itu menjadi adat kebudayaan Cina. Pada 4000 BCE-2500 BCE, para ilmuwan menemukan kampak bercahaya yang dipercaya dapat disemir dengan bubuk berlian sehingga tampak jauh lebih menarik.Di Cina, berlian biasa digunakan untuk pelengkap berlian lain, salah satunya adalah sebagai pengukur atau pelengkap ‘Jade’ (permata hijau lumut).
Di Eropa, berlian menghilang selama hampir 1000 tahun mengikuti
berkembangnya umat kristiani. Mereka menolak keberadaan berlian yang
pada awalnya dipercaya dapat digunakan sebagai Azimat. Hal ini sangat
ditentang oleh umat kristiani. Karena menurut kepercayaan mereka, hanya
Tuhan saja yang boleh dipercaya.
Namun, popularitas berlian kembali naik yang banyak digunakan sebagai batu permata. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan berlian itu sendiri seiring berkembangnya sejarah Eropa tersebut. Di Perancis, pada abad ke-13 Raja Llouis IX menetapkan hukum yang menyatakan bahwa hanya Raja saja yang boleh memiliki berlian.
Setelah berabad-abad, dikalangan Aristokratis, berlian semakin populer sebagai batu permata. Tentunya hanya dikalangan mereka yang ber-uang dan ber-kelas. Biasanya digunakan sebagai cicin pernikahan. Sesuai perkembangan zaman, popularitas berlanjut dan berkembang dengan banyak perubahan bentuk sesuia permohonan estetika berlian. Berlian membuktikan bisa tetap populer dengan berbagai kelas sepanjang harganya masih terjangkau. Berlian menjadi salah satu objek yang sangat penting karena dapat berkembang pada dunia pembelian, penjualan, bahkan masuk dalam catatan kejahatan sampai politik.
Namun, popularitas berlian kembali naik yang banyak digunakan sebagai batu permata. Hal ini disebabkan meningkatnya ketersediaan berlian itu sendiri seiring berkembangnya sejarah Eropa tersebut. Di Perancis, pada abad ke-13 Raja Llouis IX menetapkan hukum yang menyatakan bahwa hanya Raja saja yang boleh memiliki berlian.
Setelah berabad-abad, dikalangan Aristokratis, berlian semakin populer sebagai batu permata. Tentunya hanya dikalangan mereka yang ber-uang dan ber-kelas. Biasanya digunakan sebagai cicin pernikahan. Sesuai perkembangan zaman, popularitas berlanjut dan berkembang dengan banyak perubahan bentuk sesuia permohonan estetika berlian. Berlian membuktikan bisa tetap populer dengan berbagai kelas sepanjang harganya masih terjangkau. Berlian menjadi salah satu objek yang sangat penting karena dapat berkembang pada dunia pembelian, penjualan, bahkan masuk dalam catatan kejahatan sampai politik.
1 komentar:
pak saya ada batu, beratnya 1,49 gram ( 7,4 karat ), ketika saya bawa ke toko berlian di daerah pasar baru, lampu indicator dari diamond selector 2 menunjukkan lampu menyala full, Diamond Selector 2 baru akan menyala full jika di tekan yang kuat ke arah batu berlian saya itu, kalau berminat saya akan jual dengan harga Rp 30 m, silahkan datang ke alamat saya : jl.jelambar utama 4 rt 006/08 no:50, jelambar, jakarta-barat, 11460, jakarta ( di daerah grogol, citraland ), no.hp : 02199258021 (jangan kirim sms, telepon saja)
Posting Komentar